Lari, Trend Life Style yang Konsumtif?

Saat ini lari lagi menjadi trend lifestyle banyak orang… saking nge-trend nya, ada sebagian orang yg mulai berkomentar ttg trend ini.

Salah satu komentar yang ingin saya soroti adalah komentar berikut: lari seharusnya olah raga paling murah meriah, tetapi sekarang menjadi olah raga yang mahal, yang dikomersialisasikan.

Orang-orang yang mengikuti life style ini dinyatakan konsumtif, segala sesuatu yang menunjang kegiatan lari haruslah berteknologi dan berkualitas, dari kaos dan celana PlayDry, Dri-Fit atau Techfit, compression 2XU, armband, topi, visor, spibelt, hydrobag, jam GPS, hingga gelang olahraga, dst.

Dan komentar lain yang kurang lebih serupa adalah: lari bagi orang-orang sekarang bukanlah masalah berapa jaraknya atau berapa cepatnya, tapi yang penting eksis di Social Media, bisa foto-foto, capture hasil lari dari aplikasi, lalu upload dan update status di Social Media.

Di mana katanya, dulu orang lari ya cuman pakai sepatu asal nyaman, dan pakai kaos + celana olah raga biasa saja, gak perlu yang mahal-mahal.

Yups… itu betul. Memang lari adalah olah raga yang paling murah meriah, dan masih demikian.

Menurut saya, tidak ada salah nya dengan konsumtif dan eksis di social media, selama hal itu menjadi motivasi untuk hidup sehat, dan olah raga lah yang menjadi tujuan utamanya.

Di jaman yang super sibuk dan canggih ini, kebanyakan dari kita tersita waktunya dengan kesibukan kerja, keluarga, maupun bersenang-senang, sehingga tidak memberikan kesempatan untuk berolahraga atau terlalu lelah untuk berolahraga, yang sebenarnya justru olah raga akan memberikan tenaga ekstra untuk menunjang aktivitas kita sehari-hari, badan menjadi lebih segar, stamina meningkat, tidur lebih berkualitas, jam biologis lebih teratur dan pikiran pun lebih segar.

Lari adalah alternatif olah raga yang paling praktis, di mana dapat dilakukan di mana saja, tidak perlu waktu yang banyak, tidak memerlukan persiapan yang repot dan lama, dan dengan peralatan yang relatif sangat minim dibandingkan olah raga yang lain. Namun manfaat yang diperoleh, bisa langsung dirasakan pada tubuh kita, asalkan dilakukan dengan benar, dan dapat dinikmati setiap aktivitasnya.

Untuk mendapatkan manfaat dari lari, tidak perlu Anda harus lari cepat atau harus bisa lari sekian kilometer yang jauh, tetapi yang penting adalah Anda bisa menikmati kegiatan lari tersebut, berlari dengan benar sehingga tidak menimbulkan cidera, dan lari memberikan Anda “kesenangan”. Selama Anda melakukannya dengan baik dan benar, maka kebutuhan untuk ingin lari lagi akan muncul dengan sendirinya dari tubuh Anda. Anda akan merasa bersalah, jika hari ini tidak menyempatkan diri untuk berlari, dan Anda akan merasakan sendiri kepuasannya apabila dapat menyempatkan diri untuk berlari dan bisa menikmatinya.

Untuk seseorang yang tidak terbiasa berolahraga, seperti saya ini, yang baru saja memulai aktivitas lari ini dari sekitar bulan April 2013, peningkatan prestasi diri dalam hal lari merupakan motivasi terbesar nomer dua, selain manfaat tubuh yang lebih sehat.

Dari yang tidak bisa lari 1km non-stop, menjadi 3km non-stop, lalu 5km non-stop, 10km, dan akhirnya 21km nonstop, adalah sebuah prestasi diri yang tidak pernah saya bayangkan selama 35 tahun. Saya tidak pernah menyangka saya mampu melakukannya, dan semua ini hasil dari rutin berlari selama 1 tahun terakhir ini.

Dari pertama lari dgn pace 13′, menjadi 10-11′, lalu 8′, 7′, hingga 5′ adalah hal lain yang cukup membanggakan bagi diri saya sendiri, di mana saya belajar lari dari istri saya, dia sudah memulai lari lebih dulu, mungkin dari jaman sekolah juga rajin olah raga, dan dia sudah mengikuti event lari 10km beberapa kali, pace dia pun sbnr nya sudah 7-8′, namun sekarang saya bisa melampaui pace dia.

Hal-hal seperti ini adalah motivasi-motivasi yang membuat saya semakin rajin lari, semangat kompetisi pun secara tidak disadari muncul dengan sendirinya. Nah di sini lah letak peranan dari Social Media. Di mana kita bisa melihat progress diri kita, dan teman-teman kita di Social Media, dan saling membandingkan. Akan muncul dengan sendirinya keinginan untuk dapat mengimbangi orang lain, atau bahkan melebihinya.

Agar bisa menikmati kegiatan lari, maka kita harus bisa nyaman dalam melakukannya. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap perlengkapan lari pun muncul dengan sendirinya, seperti sepatu, kaos dan celana lari yang ringan dan nyaman, lalu alat untuk mencegah cidera seperti compression, topi supaya tidak kepanasan, dan gadget untuk mengukur prestasi lari lebih akurat.

Memang benar, untuk sehat sebenarnya tidak perlu itu semua, dan tidak ada kewajiban harus memiliki semua barang-barang mahal itu, tetapi kalau memang Anda mampu membelinya dari uang “jajan” Anda, dan hal itu dapat meningkatkan motivasi bahkan prestasi Anda, Apa Salahnya?

Apalagi jika barang-barang tersebut dibeli setelah Anda melakukan sebuah prestasi yang cukup membanggakan, seperti Anda membeli kaos lari 2XU sbg hadiah dari prestasi lari Full Marathon 42KM untuk pertama kalinya.

Yang penting, janganlah membeli hal-hal yang tidak perlu, seperti membeli sepatu baru, di saat sepatu yang lama masih baik-baik saja, dan sepatu yang baru berfungsi dan berkarakter sama dengan sepatu yang lama, membeli gadget lari baru yang sebenarnya fungsinya tidak jauh berbeda dengan gadget yang lama.

Berbijaksanalah dalam berbelanja! Namun kembali lagi, kalau Anda punya uang yang berlebih, ya itu hak Anda untuk membelanjakannya…

Saya lebih mendukung orang2 yang eksis di Social Media dan konsumtif untuk lari asalkan rajin lari, dibandingkan orang yang tidak mau meluangkan waktu untuk berolahraga.

Mari berolahraga! Mari Hidup Sehat!
Luangkan waktumu 30menit s/d 1jam, minimal 2x dalam seminggu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s