Review Nokia Lumia 800 & Microsoft Windows Phone 7.5

Nokia Lumia 800

 

Udah lama gak nulis review yang berhubungan dengan henpon, tapi rasanya kali ini cukup perlu utk ditulis.

Nokia sbnr nya udah lama mengeluarkan produk Lumia 800 ini sekitar akhir 2011, tapi emang baru-baru ini saya punya kesempatan untuk ngoprek henpon ini.

Saya merasa tren pembelian Lumia 800 atau Lumia tipe lainnya agak kurang sebaik Android ataupun iPhone dikarenakan harga jual awalnya yang saya rasa cukup tinggi. Kalau tidak salah Lumia 800 ini awalnya seharga 4.5 juta. Lalu turun menjadi 4 juta, kemudian beberapa minggu lalu diberikan promo sehingga hanya seharga 3.3 juta. Promo tersebut juga berlaku pada tipe Lumia lainnya seperti 900, 710 dan 610 … yg saya rasa promo ini sedikit meningkatkan penjualan Nokia untuk bbrp minggu terakhir ini, hargnya cukup menarik.

Baiklah, mari kita mulai saja … Nokia Lumia 800 ini kalau tidak salah termasuk edisi pertama Nokia yang menggunakan Operating System Windows Phone 7.5, sedangkan yang agak lebih baru adalah Nokia Lumia 610, biarpun Lumia 610 adalah handphone “murah meriah”.

Prosesor dari Lumia 800 cukup bagus, yaitu Qualcomm MSM8255 Snapdragon dengan kecepatan 1.4Ghz dan memory 512MB, dilengkapi buitin storage sebesar 16GB … hampir sama dengan iPhone 4. Secara performa, Prosesor Snapdragon 1.4 Ghz ini cukup membawa Windows Phone 7.5 berjalan dengan mulus sekali, semua animasi2 dan loading aplikasi terasa sangat ringan. Secara umum, Lumia 800 terasa sedikit lebih cepat dan ringan dalam bernavigasi antar aplikasi dibanding iPhone 4.

Layar Lumia 800 dirasakan cukup menarik, ketajaman gambarnya cukup baik berkat teknologi AMOLED yang digunakan, meskipun demikian kualitas gambar yang dihasilkan masih sedikit di bawah iPhone 4. Berbeda dengan Lumia 610 yang secara layar memang terlihat gambarnya lebih pucat, meskipun warna hitam terasa pucat … brightness yang cukup tinggi dikarenakan layar yang digunakan masih TFT LCD. Kekurangan dari Layar Lumia 800 ini adalah tidak mampu melawan cahaya matahari di siang hari, sehingga gambar terlihat samar2.

Bahan dari Lensa Layar Lumia 800 ini menurut spek adalah Corning Gorilla Glass, yang sama dengan digunakan pada Samsung Galaxy S dan iPhone 4. Di mana saya telah membuktikan pada kedua henpon tersebut selama kurang lebih 6 bulan s/d 1 tahun pemakaian secara cukup “brutal”, seperti disimpan dalam saku celana bersama dengan koin, atau ditumpuk dengan henpon2 lainnya … terbukti tidak meninggalkan bekas goresan sama sekali pada layar. Akan saya update mengenai ketahanan dari lensa layar Lumia 800 ini bbrp bulan ke depan.

Kamera Lumia 800, secara spesifikasi memang cukup tinggi yaitu 8Mpix dengan Lensa Carl Zeis dan didukung dual LED flash … namun sepertinya sensor yang digunakan adalah sensor low-end sehingga hasil gambar yang ditangkap sangatlah mengecewakan. Banyak warna yang “lari” agak jauh dari warna aslinya … sebagai ilustrasi, hasil kamera Nokia Lumia 800 lebih mirip dengan kualitas hasil webcam USB yang seharga di bawah 400rb ato builtin Laptop netbook.

Update Kamera: Ternyata kamera Lumia 800 masih bisa menghasilkan gambar yang cukup OK.

Foto Lumia 800
Foto Lumia 800

 

Foto di samping ini adalah hasil foto dengan Lumia 800 pada malam hari, jarak cukup dekat sekitar 0.5 meter dan menggunakan flash.

Jauh lebih bagus dibanding foto outdoor di siang hari.

 

 

Kualitas Speaker dari Lumia 800 ini, saya rasakan agak sedikit mengecewakan mengingat tidak sesuai dengan harga jualnya … yang seharusnya dengan harga yang cukup tinggi dapat memberikan kepuasan secara multimedia terhadap pembelinya.

Secara penampilan fisik, Hardware Button pada Lumia 800 terlihat cukup baik dengan kesan krom dipadu dengan body plastiknya mirip dengan tombol power pada iPhone 4, tetapi pada saat ditekan terasa sangat goyang dan terlalu empuk, seperti kurang rapet dan kurang mantab untuk “dimainkan”.  Ada beberapa website yang membuat review dan mengkritik masalah penempatan Power Button pada sisi kanan dan berdekatan dengan tombol Volume, menurut dia posisinya terlalu dekat dan sering tertukar. Menurut saya hal ini tidak terlalu menganggu, lama kelamaan pun terbiasa, dan saya rasa kesalahan pencet tombol tidak terlalu mengganggu, karena menekan Volume – itu sangat jarang dilakukan, dan menekan tombol Power yang salah menjadi Volume – pun tidak terlalu menjadi masalah besar.Menurut saya, yang sering menjadi masalah justru posisi  Soft Key untuk Search yang berada di kanan bawah, yang menurut saya bisa sedikit digeser lebih ke tengah lagi, agar tidak tertekan secara tidak sengaja oleh telapak tangan di saat jari jempol kanan menekan layar.

Battery dari Lumia 800 ini menurut saya bisa dikatakan cukup OK, dengan kapasitas 1450 mAh, mampu memikul beban sinkronisasi 4 account email, WhatsApp, Line, Viber, Facebook+Twitter+LinkedIn via aplikasi People, dengan menerima/melakukan telepon kurang lebih 5-8 panggilan dengan durasi antara 1-5 menit, cukup aktif memeriksa dan membalas email, dan sangat aktif dalam WhatsApp dan SMS … bertahan hingga 12-14 jam. Hingga saat ini saya tidak banyak merasakan efek dari fungsi Battery Saver thd daya tahan battery, selain memang hanya mengurangi fungsi2 si henpon, yang seharusnya memang menghemat battery. Oleh karena itu, saat ini saya tidak mengaktifkan fitur Battery Saver :). Sedikit kekurangan dari Battery Lumia 800 ini adalah tidak dapat dilepas atau diganti dengan mudah dikarenakan tidak ada akses untuk melepas battery … seperti pada iPhone.

Bentuk fisik dari Lumia 800 ini cukup unik dibanding henpon laen pada umumnya, terutama lengkungan body termasuk pada layar yang cembung … sehingga tidak menempul seluruh permukaannya jika diletakan pada bidang datar. Sedangkan bahan plastik yang menjadi mayoritas dari body si Lumia 800 ini saya rasa terasa cukup kokoh dan padat, namun sangat rentan terhadap goresan, yang akan membekas dan akan terlihat cukup jelas. Baik lensa layar maupun body Lumia 800 ini kurang bersahabat untuk penggunanya yang kurang rajin membersihkan tangan dan muka, karena bekas tangan dan minyak di muka akan terlihat jelas di layar dan di body. Dari ukuran fisik dan bahannya, Lumia 800 sangat pas di tangan dan tidak mudah lepas (slip)… berbeda dengan iPhone 4 yang pas di tangan tapi sangat mudah terlepas karena licin.

Port Audio yang digunakan pada Lumia 800 mengikuti standard pada umumnya, adalah 3.5mm dan juga disertakan sebuah handsfree yang cukup bagus pada saat pembelian.

Untuk keperluan charging dan data transfer, Lumia 800 menggunakan port USB yang cukup standard yaitu Micro USB, yang letaknya berada di atas henpon dan tertutup, sehingga untuk mengaksesnya perlu menekan tombol yang timbul agar terbuka.

Lumia 800 menggunakan Micro SIM Card seperti yang kita temukan pada iPhone 4 atau Samsung Galaxy S3. Posisi nya terletak pada sisi atas henpon dan bisa mudah diakses seperti iPhone 3G tetapi tanpa perlu menggunakan Pin atau Paperclip.

Penerimaan Sinyal Lumia 800 saya rasakan termasuk salah satu henpon terbaik yang pernah saya punya, karena rumah dan kantor saya kurang terjangkau Indosat dengan sinyal yang cukup baik, jadi kalo sedang menerima telepon sering kali suara pendengar atau suara saya sering hilang dan bahkan terputus. Dengan Lumia 800 ini, problem ini sangat jarang sekali terjadi, biarpun terjadi kualitas suara jauh lebih baik. *dibandingkan dgn iPhone4 + Palm Pre*

Summary mengenai Hardware Lumia 800

Secara umum, Nokia Lumia 800 adalah henpon yang cukup bagus dan layak untuk dimiliki … namun dengan harga yang layak yaitu kisaran 2.5-3.5 juta saja.

Dengan kekurangan2 seperti Kamera, Layar, dan Speaker sepertinya tidak cocok untuk sebuah henpon dengan harga di atas 4 juta.

 

Microsoft Windows Phone 7.5

Lumia 800 adalah henpon pertama saya yang menggunakan Windows Phone 7.5, jadi baru kali ini saya bisa melakukan review terhadap mobile operating system baru dari Microsoft ini.

Saya mengikuti perkembangan dari Windows Phone ini sejak awal munculnya Microsoft Kin, sebuah henpon yang cukup inovatif dari Microsoft yang bekerjasama dengan Sharp sbg produsennya, dengan menciptakan operating system baru dengan konsep Social Network Integration. Banyak konsep-konsep baru yang berawal dari Microsoft Kin ini yang kemudian diusung oleh Microsoft dalam pembuatan Windows Phone 7.5, seperti konsep Tile dan Social Network Intergrationnya.

Tile

Tampilan menu dan navigasi aplikasi yang berbentuk kotak2, dan hanya 2 kotak/aplikasi ke samping dan memanjang ke bawah ini memang beda dengan mobile operating system lainnya …

Buat saya sendiri awalnya, saya sangat tidak suka navigasi seperti ini … selain terlihat kaku, terlalu sederhana, saya sudah kadung terbiasa dengan navigasi aplikasi nya iOS. Bahkan Android pun biasanya saya buat seperti iOS. Tetapi setelah bbrp lama menggunakan Windows Phone 7.5, navigasi ala Tile ini pun tidak seburuk itu, bahkan menurut saya jauh lebih baik dibanding Launcher-Launcher standard yang ditawarkan oleh Android.

Ada satu kelebihan yang suka dari Tile ini, yaitu Live Tile, ada beberapa aplikasi yang memungkinkan Live Tile, seperti People, Engadget, Pictures dan lain-lain, yang fungsinya adalah Shortcut aplikasi sekaligus berfungsi seperti Widget pada Android. Mampu menampilkan informasi terupdate secara regular ataupun realtime melalui tampilan Tile.

Social Network Integration

Terus terang saja, saya sebenernya tidak terlalu antusias thd konsep integrasi social network pada sebuah henpon, karena menurut saya social network itu hanya tren sesaat yang hanya akan bertahan bbrp tahun saja, hingga ada kompetitor baru yang bisa lebih menarik perhatian banyak orang. Ditambah pengalaman dari beberapa aplikasi atau mobile OS yang mencoba membuat integrasi yang sama tetapi hasilnya tidak terlalu baik. Kebanyakan integrasi yang dibuat pd umumnya hanya mampu memberikan fitur2 standard saja, yaitu feed, post, comment/reply, dan upload foto. Dan tingkat kepuasan pemakaiannya relatif rendah, sehingga saya lebih suka menggunakan aplikasi-aplikasi Social Network yang “asli”, seperti Facebook for iOS atau Facebook for Android yang berdiri sendiri-sendiri.

Namun pada Windows Phone 7.5 ini, mampu memfasilitasi integrasi thd Facebook, Twitter, LinkedIn dan Windows Live cukup baik dan menyajikannya dengan menarik dengan konsep Metro nya. Notifikasi yang cukup terupdate dengan baik, sedikit berbeda dengan aplikasi di Android / iOS yang terkadang terjadi delay ato bahkan tidak memperoleh notifikasi.

Aplikasi

Sangat disayangkan sekali apabila sebuah Operating System yang sudah cukup baik seperti Windows Phone 7.5 ini tidak didukung dengan aplikasi-aplikasi yang menarik, gratis dan populer.

Saya melihat bahwa kebanyakan aplikasi Windows Phone 7.5 ini berbayar, biar pun hanya 8rb – 22rb rupiah, bukan masalah harganya yang masih murah … tetapi aplikasi-aplikasi tersebut kebanyakan aplikasi-aplikasi yang gak jelas fungsinya dan sepertinya pun tidak layak dihargai 8rb.

Berbeda dengan iOS atau bahkan Android, yang begitu melimpah aplikasi gratisan, dan aplikasi yang menarik pun biasanya memberikan versi Lite supaya menarik orang membeli versi berbayarnya.

Masalah yang lebih utama lagi adalah belum banyak aplikasi-aplikasi Mobile yang cukup terkenal di Android dan iOS tersedia untuk Windows Phone 7.5 ini.

Contoh: Waze, Viber (Full Feature), Path, Game2 …
Sebagian besar game yang saya lihat di Marketplace nya Windows Phone 7.5 ini benar2 saya tidak kenal, dan jarang sekali saya temukan game standard yang biasa ditemukan di iOS atau Android.

 

Kekurangan dari Windows Phone 7.5

Saya menemukan banyak ketidak-konsistenan pada GUI Windows Phone 7.5, antara lain:

1. Menampilkan nama pada conversation list, ada yg ditampilkan dengan font kecil + all upper case letter … lalu ada pula yang ditampilkan dengan font cukup besar + dengan case letter biasa, yang menurut saya yang terakhir yang paling enak dilihat.

2. Menu pada Settings ada yang all lower case tetapi ada yang dengan case letter biasa, alias huruf besar di awal penulisan

3. Skema tampilan pada aplikasi Email selalu menggunakan background Putih dengan tulisan Hitam, sedangkan secara umum system dapat diganti menjadi Background Hitam dan tulisan sesuai warna Skema.

4. Notifikasi Email tidak dapat menggunakan Toast Notification

5. Tidak ada nya setting untuk mengatur Toast Notifications, tidak seperti iOS atau Android.

 

Kesimpulan Gabungan Lumia 800 dan Windows Phone 7.5

Untuk rekan-rekan yang ingin merasakan Windows Phone 7.5, saya rasa cukup dengan mencicipi Lumia 610 saja … dikarenakan fitur dari operating system Windows Phone 7.5 sudah bisa dirasakan semua pada Lumia 610, dan performa dari hardware Lumia 610 tidak jauh terasa berbeda dengan Lumia 800, bahkan menurut saya kamera Lumia 610 sedikit lebih baik, setidaknya sesuai dengan harganya.

Lumia / Windows Phone cukup layak untuk dimiliki, bukanlah henpon yang jelek atau pun mengecewakan. Bahkan menurut saya cukup bersaing dengan Android kelas atas dan iPhone 4. Hanya saja kurang nya aplikasi pendukung yang membuat sedikit banyak mengurangi rasa kepuasan terhadap henpon ini.

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s