Aplikasi2 yg musti kamu install di MacOS X
January 31, 2005
Ini adalah daftar aplikasi-aplikasi yg menurutku perlu dimiliki seorang MacOSX-er …
- Thunderbird 1.0 - Mail Client
- Adium 0.76 - Instant Messaging (dari Gaim)
- Skype - VoIP Messaging
- Camino 0.82 / Firefox 1.0 - Web Browser
- Desktop Manager - Virtual Desktop
- BwanaDik - Network Connection Monitoring
- VLC - Movie Player
- Fugu - SCP/SFTP client
- iBackup - Backup application
- Microsoft Office 2004
- DarwinPorts - untuk menginstall aplikasi2 OpenSource yg MacOS X siap pakai
XFCE 4.2, alternatif baru desktop di Unix
January 31, 2005
XFCE 4.2, rilis pd pertengahan bulan Januari 2005. Memang telat sih nulis nya, tp biarin lah
XFCE mirip Gnome, bahkan kl aku perhatikan sepertinya XFCE ini menggunakan konsep yg sama dari Gnome. Alasannya?
- XFCE berbasis GTK2
- XFCE memiliki komponen2: panel, session, filemanager
XFCE terasa lebih ringan, dan lebih stabil dibanding Gnome. Contohnya: kl gnome dipake kelamaan suka jadi lemot, pake XFCE … lemotnya baru nongol agak lebih lamaan. XFCE secara default gak pake nautilus, ini bikin irit juga. XFCE juga sudah termasuk WindowManager, tidak seperti GNOME yg masih memerlukan Metacity.
Kelemahannya? XFCE masih kaku dalam pengaturan taskbar dan panelnya. Dan satu lagi, bagi beberapa orang … Desktop items seperti yg disajikan oleh Nautilus sebenernya masih perlu, jadi aku berharap suatu saat XFCE memiliki “nautilus” sendiri ![]()
Camino lebih ringan dan stabil dibanding Firefox
January 31, 2005
Setelah mencoba beberapa browser di MacOS X, akhirnya aku memilih Camino sebagai browser yg “terbaik”.
Beberapa browser yang telah dicoba:
- Internet Explorer 5.2.3
- Firefox 1.0
- Safari 1.2 - Bawaannya MacOS X
- Mozilla (lupa versi brapa yg dicoba)
- Netscape 7.2
- Camino 0.8.2
Sebenernya pilihan utamaku adalah Firefox, selain sudah terbiasa … fitur2nya cukup memenuhi kebutuhan. Tp sayang, beberapa kali aku menemukan Firefox ku jadi “bego” kl lg loading Gmail, belum lagi respon nya suka lemot dan suka crash.
Kenapa Camino? Krn Camino masih keluarga Mozilla, sehingga masih bisa Tab Browsing … yg tidak bisa ditemukan di IE dan Safari *dikoreksi oleh David*. Camino kurang lebih mirip Firefox, hanya saja tidak support Extension dan Theme. Tapi ada beberapa hal keunggulan Camino, antara lain: loading pertama kali cukup cepat, terasa ringan krn respon nya cukup cepat, dan relatif stabil. Padahal kalo diperhatikan pemakaian memori nya … tidak beda jauh dengan Firefox.
Artikel Pertama ttg iBook & MacOS X
January 31, 2005
Akhirnya aku nulis lg di blog, dan kali ini tentang mainan baruku, Apple iBook G3 700Mhz - Mem. 384Mb - HD 20Gb - DVD/CDRW - 2 USB ver 1.1 - 1 Firewire. Aku mendapatkannya melalui memasang iklan di Bursa @bhinneka.com, dan kemudian ada orang yg mengirim email yg menawarkan iBook tsb.
Kenapa iBook? Ada apa dengan Notebook Compaq Evo N600C ku?
Tidak ada masalah dgn Evo-ku, justru Evo N600c adalah notebook (intel-based) terbaik yg pernah aku temukan … harga, ukuran, kemampuan, dan bandel nya itu lho … memang luar biasa. Dengan WinXP Prof, dari pertama kali install stl beli sampe dijual, gak pernah diinstall ulang atau bermasalah.
Lalu kenapa juga aku pengen iBook?
- stl liat iBook nya Eko Juniarto
- dari dulu emang terobsesi dengan MacOS X (sejak mengenal Linux dan anehnya koq di Mac gitu lho)
- harga iBook second hampir sama dengan notebook intel-based, beda dikit.
- emang lagi nyari notebook yg 12″, ngapain juga notebook layar gede tapi resolusi tetep 1024×768 … malu2in
- tidak puas dengan XP, krn musti boot ulang biar bisa ngoprek hobi ber-Unix-ria
- kecewa dengan Linux di Notebook yg cuman bisa 1024×768, tampilan nya jelek banget, bikin gak betah lama2 ngoprek
Linux baru terlihat indah kalau bisa 1280×1024 … ini murni pendapat pribadi! - dg MacOS X, aku bisa mendapatkan tampilan OS yg begitu indah dan fasilitas utk ngoprek seperti di Linux, tanpa musti reboot dulu.
- modelnya iBook itu begitu indah … sederhana tapi tampak canggih
Review setelah hampir 1 bulan memiliki …
- MacOS X memang OS yg cocok dengan kebutuhanku: tampilan yang indah, bisa buat ngoprek2 Unixnya, dan OSnya asik punya … banyak hal yg membuat berdecak kagum.
- iBook meskipun 12″, tp agak tebal dan berat dibanding notebook intel-based 12″ pd umumnya.
- Aksesoris iBook ternyata mahal2 ya …. meskipun iBook nya “murah”
- Susah cari aksesoris komputer yg “mac os x - compatible” … bahkan terkadang berpikir kl sebenernya masih banyak yg “linux-compatible” dibanding mac os x
- aksesoris ibook “cuman” bisa lewat usb
- MacOS X kl sampe salah install, bisa2 jadi tukang ngadat. Saranku, backuplah MacOS X mu kl sudah mendapatkan kondisi yg OK!
Enaknya MacOS X, mirip kayak Unix … yg penting install ulang OS nya, sisanya : aplikasi & data tinggal copy dr backup … lsg bisa dipake seperti dulu lagi. - Update nya MacOS X 10.3.7 “Panther” dr pertama install lumayan banyak en gede, sama aja download WinXP SP 2
- Kadang2 MacOS X juga suka ngadat koq
kayak kl dicolokin USB WiFi, tau2 mousenya ngadat. - Kl udah multitasking, kadang2 lemotnya itu gak nahan ….
- Udah rada “neg” stl 2 hari kerjaannya cuman nginstall ulang MacOS X utk mendapatkan kondisi yg optimal
Kesimpulan:
Buruan beli iBook atau produk2 Macintosh yg bisa dipasangin MacOS X … dijamin puas deh!
Artikel Pertama ttg iBook & MacOS X
January 31, 2005
Akhirnya aku nulis lg di blog, dan kali ini tentang mainan baruku, Apple iBook G3 700Mhz - Mem. 384Mb - HD 20Gb - DVD/CDRW - 2 USB ver 1.1 - 1 Firewire. Aku mendapatkannya melalui memasang iklan di Bursa @bhinneka.com, dan kemudian ada orang yg mengirim email yg menawarkan iBook tsb.
Kenapa iBook? Ada apa dengan Notebook Compaq Evo N600C ku?
Tidak ada masalah dgn Evo-ku, justru Evo N600c adalah notebook (intel-based) terbaik yg pernah aku temukan … harga, ukuran, kemampuan, dan bandel nya itu lho … memang luar biasa. Dengan WinXP Prof, dari pertama kali install stl beli sampe dijual, gak pernah diinstall ulang atau bermasalah.
Lalu kenapa juga aku pengen iBook?
- stl liat iBook nya Eko Juniarto
- dari dulu emang terobsesi dengan MacOS X (sejak mengenal Linux dan anehnya koq di Mac gitu lho)
- harga iBook second hampir sama dengan notebook intel-based, beda dikit.
- emang lagi nyari notebook yg 12″, ngapain juga notebook layar gede tapi resolusi tetep 1024×768 … malu2in
- tidak puas dengan XP, krn musti boot ulang biar bisa ngoprek hobi ber-Unix-ria
- kecewa dengan Linux di Notebook yg cuman bisa 1024×768, tampilan nya jelek banget, bikin gak betah lama2 ngoprek
Linux baru terlihat indah kalau bisa 1280×1024 … ini murni pendapat pribadi! - dg MacOS X, aku bisa mendapatkan tampilan OS yg begitu indah dan fasilitas utk ngoprek seperti di Linux, tanpa musti reboot dulu.
- modelnya iBook itu begitu indah … sederhana tapi tampak canggih
Review setelah hampir 1 bulan memiliki …
- MacOS X memang OS yg cocok dengan kebutuhanku: tampilan yang indah, bisa buat ngoprek2 Unixnya, dan OSnya asik punya … banyak hal yg membuat berdecak kagum.
- iBook meskipun 12″, tp agak tebal dan berat dibanding notebook intel-based 12″ pd umumnya.
- Aksesoris iBook ternyata mahal2 ya …. meskipun iBook nya “murah”
- Susah cari aksesoris komputer yg “mac os x - compatible” … bahkan terkadang berpikir kl sebenernya masih banyak yg “linux-compatible” dibanding mac os x
- aksesoris ibook “cuman” bisa lewat usb
- MacOS X kl sampe salah install, bisa2 jadi tukang ngadat. Saranku, backuplah MacOS X mu kl sudah mendapatkan kondisi yg OK!
Enaknya MacOS X, mirip kayak Unix … yg penting install ulang OS nya, sisanya : aplikasi & data tinggal copy dr backup … lsg bisa dipake seperti dulu lagi. - Update nya MacOS X 10.3.7 “Panther” dr pertama install lumayan banyak en gede, sama aja download WinXP SP 2
- Kadang2 MacOS X juga suka ngadat koq
kayak kl dicolokin USB WiFi, tau2 mousenya ngadat. - Kl udah multitasking, kadang2 lemotnya itu gak nahan ….
- Udah rada “neg” stl 2 hari kerjaannya cuman nginstall ulang MacOS X utk mendapatkan kondisi yg optimal
Kesimpulan:
Buruan beli iBook atau produk2 Macintosh yg bisa dipasangin MacOS X … dijamin puas deh!
Artikel Pertama ttg iBook & MacOS X
January 31, 2005
Akhirnya aku nulis lg di blog, dan kali ini tentang mainan baruku, Apple iBook G3 700Mhz - Mem. 384Mb - HD 20Gb - DVD/CDRW - 2 USB ver 1.1 - 1 Firewire. Aku mendapatkannya melalui memasang iklan di Bursa @bhinneka.com, dan kemudian ada orang yg mengirim email yg menawarkan iBook tsb.
Kenapa iBook? Ada apa dengan Notebook Compaq Evo N600C ku?
Tidak ada masalah dgn Evo-ku, justru Evo N600c adalah notebook (intel-based) terbaik yg pernah aku temukan … harga, ukuran, kemampuan, dan bandel nya itu lho … memang luar biasa. Dengan WinXP Prof, dari pertama kali install stl beli sampe dijual, gak pernah diinstall ulang atau bermasalah.
Lalu kenapa juga aku pengen iBook?
- stl liat iBook nya Eko Juniarto
- dari dulu emang terobsesi dengan MacOS X (sejak mengenal Linux dan anehnya koq di Mac gitu lho)
- harga iBook second hampir sama dengan notebook intel-based, beda dikit.
- emang lagi nyari notebook yg 12″, ngapain juga notebook layar gede tapi resolusi tetep 1024×768 … malu2in
- tidak puas dengan XP, krn musti boot ulang biar bisa ngoprek hobi ber-Unix-ria
- kecewa dengan Linux di Notebook yg cuman bisa 1024×768, tampilan nya jelek banget, bikin gak betah lama2 ngoprek
Linux baru terlihat indah kalau bisa 1280×1024 … ini murni pendapat pribadi! - dg MacOS X, aku bisa mendapatkan tampilan OS yg begitu indah dan fasilitas utk ngoprek seperti di Linux, tanpa musti reboot dulu.
- modelnya iBook itu begitu indah … sederhana tapi tampak canggih
Review setelah hampir 1 bulan memiliki …
- MacOS X memang OS yg cocok dengan kebutuhanku: tampilan yang indah, bisa buat ngoprek2 Unixnya, dan OSnya asik punya … banyak hal yg membuat berdecak kagum.
- iBook meskipun 12″, tp agak tebal dan berat dibanding notebook intel-based 12″ pd umumnya.
- Aksesoris iBook ternyata mahal2 ya …. meskipun iBook nya “murah”
- Susah cari aksesoris komputer yg “mac os x - compatible” … bahkan terkadang berpikir kl sebenernya masih banyak yg “linux-compatible” dibanding mac os x
- aksesoris ibook “cuman” bisa lewat usb
- MacOS X kl sampe salah install, bisa2 jadi tukang ngadat. Saranku, backuplah MacOS X mu kl sudah mendapatkan kondisi yg OK!
Enaknya MacOS X, mirip kayak Unix … yg penting install ulang OS nya, sisanya : aplikasi & data tinggal copy dr backup … lsg bisa dipake seperti dulu lagi. - Update nya MacOS X 10.3.7 “Panther” dr pertama install lumayan banyak en gede, sama aja download WinXP SP 2
- Kadang2 MacOS X juga suka ngadat koq
kayak kl dicolokin USB WiFi, tau2 mousenya ngadat. - Kl udah multitasking, kadang2 lemotnya itu gak nahan ….
- Udah rada “neg” stl 2 hari kerjaannya cuman nginstall ulang MacOS X utk mendapatkan kondisi yg optimal
Kesimpulan:
Buruan beli iBook atau produk2 Macintosh yg bisa dipasangin MacOS X … dijamin puas deh!
Artikel Pertama ttg iBook & MacOS X
January 31, 2005
Akhirnya aku nulis lg di blog, dan kali ini tentang mainan baruku, Apple iBook G3 700Mhz - Mem. 384Mb - HD 20Gb - DVD/CDRW - 2 USB ver 1.1 - 1 Firewire. Aku mendapatkannya melalui memasang iklan di Bursa @bhinneka.com, dan kemudian ada orang yg mengirim email yg menawarkan iBook tsb.
Kenapa iBook? Ada apa dengan Notebook Compaq Evo N600C ku?
Tidak ada masalah dgn Evo-ku, justru Evo N600c adalah notebook (intel-based) terbaik yg pernah aku temukan … harga, ukuran, kemampuan, dan bandel nya itu lho … memang luar biasa. Dengan WinXP Prof, dari pertama kali install stl beli sampe dijual, gak pernah diinstall ulang atau bermasalah.
Lalu kenapa juga aku pengen iBook?
- stl liat iBook nya Eko Juniarto
- dari dulu emang terobsesi dengan MacOS X (sejak mengenal Linux dan anehnya koq di Mac gitu lho)
- harga iBook second hampir sama dengan notebook intel-based, beda dikit.
- emang lagi nyari notebook yg 12″, ngapain juga notebook layar gede tapi resolusi tetep 1024×768 … malu2in
- tidak puas dengan XP, krn musti boot ulang biar bisa ngoprek hobi ber-Unix-ria
- kecewa dengan Linux di Notebook yg cuman bisa 1024×768, tampilan nya jelek banget, bikin gak betah lama2 ngoprek
Linux baru terlihat indah kalau bisa 1280×1024 … ini murni pendapat pribadi! - dg MacOS X, aku bisa mendapatkan tampilan OS yg begitu indah dan fasilitas utk ngoprek seperti di Linux, tanpa musti reboot dulu.
- modelnya iBook itu begitu indah … sederhana tapi tampak canggih
Review setelah hampir 1 bulan memiliki …
- MacOS X memang OS yg cocok dengan kebutuhanku: tampilan yang indah, bisa buat ngoprek2 Unixnya, dan OSnya asik punya … banyak hal yg membuat berdecak kagum.
- iBook meskipun 12″, tp agak tebal dan berat dibanding notebook intel-based 12″ pd umumnya.
- Aksesoris iBook ternyata mahal2 ya …. meskipun iBook nya “murah”
- Susah cari aksesoris komputer yg “mac os x - compatible” … bahkan terkadang berpikir kl sebenernya masih banyak yg “linux-compatible” dibanding mac os x
- aksesoris ibook “cuman” bisa lewat usb
- MacOS X kl sampe salah install, bisa2 jadi tukang ngadat. Saranku, backuplah MacOS X mu kl sudah mendapatkan kondisi yg OK!
Enaknya MacOS X, mirip kayak Unix … yg penting install ulang OS nya, sisanya : aplikasi & data tinggal copy dr backup … lsg bisa dipake seperti dulu lagi. - Update nya MacOS X 10.3.7 “Panther” dr pertama install lumayan banyak en gede, sama aja download WinXP SP 2
- Kadang2 MacOS X juga suka ngadat koq
kayak kl dicolokin USB WiFi, tau2 mousenya ngadat. - Kl udah multitasking, kadang2 lemotnya itu gak nahan ….
- Udah rada “neg” stl 2 hari kerjaannya cuman nginstall ulang MacOS X utk mendapatkan kondisi yg optimal
Kesimpulan:
Buruan beli iBook atau produk2 Macintosh yg bisa dipasangin MacOS X … dijamin puas deh!
Artikel Pertama ttg iBook & MacOS X
January 31, 2005
Akhirnya aku nulis lg di blog, dan kali ini tentang mainan baruku, Apple iBook G3 700Mhz - Mem. 384Mb - HD 20Gb - DVD/CDRW - 2 USB ver 1.1 - 1 Firewire. Aku mendapatkannya melalui memasang iklan di Bursa @bhinneka.com, dan kemudian ada orang yg mengirim email yg menawarkan iBook tsb.
Kenapa iBook? Ada apa dengan Notebook Compaq Evo N600C ku?
Tidak ada masalah dgn Evo-ku, justru Evo N600c adalah notebook (intel-based) terbaik yg pernah aku temukan … harga, ukuran, kemampuan, dan bandel nya itu lho … memang luar biasa. Dengan WinXP Prof, dari pertama kali install stl beli sampe dijual, gak pernah diinstall ulang atau bermasalah.
Lalu kenapa juga aku pengen iBook?
- stl liat iBook nya Eko Juniarto
- dari dulu emang terobsesi dengan MacOS X (sejak mengenal Linux dan anehnya koq di Mac gitu lho)
- harga iBook second hampir sama dengan notebook intel-based, beda dikit.
- emang lagi nyari notebook yg 12″, ngapain juga notebook layar gede tapi resolusi tetep 1024×768 … malu2in
- tidak puas dengan XP, krn musti boot ulang biar bisa ngoprek hobi ber-Unix-ria
- kecewa dengan Linux di Notebook yg cuman bisa 1024×768, tampilan nya jelek banget, bikin gak betah lama2 ngoprek
Linux baru terlihat indah kalau bisa 1280×1024 … ini murni pendapat pribadi! - dg MacOS X, aku bisa mendapatkan tampilan OS yg begitu indah dan fasilitas utk ngoprek seperti di Linux, tanpa musti reboot dulu.
- modelnya iBook itu begitu indah … sederhana tapi tampak canggih
Review setelah hampir 1 bulan memiliki …
- MacOS X memang OS yg cocok dengan kebutuhanku: tampilan yang indah, bisa buat ngoprek2 Unixnya, dan OSnya asik punya … banyak hal yg membuat berdecak kagum.
- iBook meskipun 12″, tp agak tebal dan berat dibanding notebook intel-based 12″ pd umumnya.
- Aksesoris iBook ternyata mahal2 ya …. meskipun iBook nya “murah”
- Susah cari aksesoris komputer yg “mac os x - compatible” … bahkan terkadang berpikir kl sebenernya masih banyak yg “linux-compatible” dibanding mac os x
- aksesoris ibook “cuman” bisa lewat usb
- MacOS X kl sampe salah install, bisa2 jadi tukang ngadat. Saranku, backuplah MacOS X mu kl sudah mendapatkan kondisi yg OK!
Enaknya MacOS X, mirip kayak Unix … yg penting install ulang OS nya, sisanya : aplikasi & data tinggal copy dr backup … lsg bisa dipake seperti dulu lagi. - Update nya MacOS X 10.3.7 “Panther” dr pertama install lumayan banyak en gede, sama aja download WinXP SP 2
- Kadang2 MacOS X juga suka ngadat koq
kayak kl dicolokin USB WiFi, tau2 mousenya ngadat. - Kl udah multitasking, kadang2 lemotnya itu gak nahan ….
- Udah rada “neg” stl 2 hari kerjaannya cuman nginstall ulang MacOS X utk mendapatkan kondisi yg optimal
Kesimpulan:
Buruan beli iBook atau produk2 Macintosh yg bisa dipasangin MacOS X … dijamin puas deh!
Artikel Pertama ttg iBook & MacOS X
January 31, 2005
Akhirnya aku nulis lg di blog, dan kali ini tentang mainan baruku, Apple iBook G3 700Mhz - Mem. 384Mb - HD 20Gb - DVD/CDRW - 2 USB ver 1.1 - 1 Firewire. Aku mendapatkannya melalui memasang iklan di Bursa @bhinneka.com, dan kemudian ada orang yg mengirim email yg menawarkan iBook tsb.
Kenapa iBook? Ada apa dengan Notebook Compaq Evo N600C ku?
Tidak ada masalah dgn Evo-ku, justru Evo N600c adalah notebook (intel-based) terbaik yg pernah aku temukan … harga, ukuran, kemampuan, dan bandel nya itu lho … memang luar biasa. Dengan WinXP Prof, dari pertama kali install stl beli sampe dijual, gak pernah diinstall ulang atau bermasalah.
Lalu kenapa juga aku pengen iBook?
- stl liat iBook nya Eko Juniarto
- dari dulu emang terobsesi dengan MacOS X (sejak mengenal Linux dan anehnya koq di Mac gitu lho)
- harga iBook second hampir sama dengan notebook intel-based, beda dikit.
- emang lagi nyari notebook yg 12″, ngapain juga notebook layar gede tapi resolusi tetep 1024×768 … malu2in
- tidak puas dengan XP, krn musti boot ulang biar bisa ngoprek hobi ber-Unix-ria
- kecewa dengan Linux di Notebook yg cuman bisa 1024×768, tampilan nya jelek banget, bikin gak betah lama2 ngoprek
Linux baru terlihat indah kalau bisa 1280×1024 … ini murni pendapat pribadi! - dg MacOS X, aku bisa mendapatkan tampilan OS yg begitu indah dan fasilitas utk ngoprek seperti di Linux, tanpa musti reboot dulu.
- modelnya iBook itu begitu indah … sederhana tapi tampak canggih
Review setelah hampir 1 bulan memiliki …
- MacOS X memang OS yg cocok dengan kebutuhanku: tampilan yang indah, bisa buat ngoprek2 Unixnya, dan OSnya asik punya … banyak hal yg membuat berdecak kagum.
- iBook meskipun 12″, tp agak tebal dan berat dibanding notebook intel-based 12″ pd umumnya.
- Aksesoris iBook ternyata mahal2 ya …. meskipun iBook nya “murah”
- Susah cari aksesoris komputer yg “mac os x - compatible” … bahkan terkadang berpikir kl sebenernya masih banyak yg “linux-compatible” dibanding mac os x
- aksesoris ibook “cuman” bisa lewat usb
- MacOS X kl sampe salah install, bisa2 jadi tukang ngadat. Saranku, backuplah MacOS X mu kl sudah mendapatkan kondisi yg OK!
Enaknya MacOS X, mirip kayak Unix … yg penting install ulang OS nya, sisanya : aplikasi & data tinggal copy dr backup … lsg bisa dipake seperti dulu lagi. - Update nya MacOS X 10.3.7 “Panther” dr pertama install lumayan banyak en gede, sama aja download WinXP SP 2
- Kadang2 MacOS X juga suka ngadat koq
kayak kl dicolokin USB WiFi, tau2 mousenya ngadat. - Kl udah multitasking, kadang2 lemotnya itu gak nahan ….
- Udah rada “neg” stl 2 hari kerjaannya cuman nginstall ulang MacOS X utk mendapatkan kondisi yg optimal
Kesimpulan:
Buruan beli iBook atau produk2 Macintosh yg bisa dipasangin MacOS X … dijamin puas deh!
Bug di Firefox ? Tolong masukannya …
January 7, 2005
Guys,
baru aja aku menemukan fenomena yang baru sekali ini terjadi.
Lingkungan ditemukan : WinXP Prof SP2, Firefox versi 1.0
Saat ini aku sedang membuat web application yang salah satu barisnya berisi :
<input type=”hidden” name=”contoh” value=”ini \\”ibu\\” budi”>
tetapi yg dihasilkan oleh Firefox, jika dilihat di sourcenya menjadi:
<input type=”hidden” name=”contoh” value=”ini \\”ibu budi>
Hal demikian tidak terjadi pada penggunaan petik satu ( ‘ )
<input type=’hidden’ name=’contoh’ value=’ini \\’ibu\\’ budi’>
dan yang ini baik2 saja.
akhirnya aku gunakan solusi:
<input type=’hidden’ name=’contoh’ value=’ini “ibu” budi’>
![]()
Dodol emang, ngeselin, udah capek2 bongkar script, taunya Firefox nya yg kayak gini …
Sebenernya ini : aku yg gak tau aturan yg bener, atau firefox nya yg salah ?